Dari segi pasar, produksi KARET Indonesia terutama ditujukan untuk meningkatkan ekspor serta memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tingginya kebutuhan akan komoditasKARET menunjukkan bahwa permintaan bahan baku KARET baik di pasar lokal maupun internasional memiliki prospek yang sangat baik untuk terus dikembangkan.
Menurut International Rubber Study Group (IRSG), konsumsiKARET alam dunia selalu mengalami kenaikan setiap tahun.
Pada tahun 2004 konsumsiKARET alam dunia mencapai 8,23 juta ton sedangkan produksi dunia sekitar 8,475 juta ton per tahun.
Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2000, dimana konsumsi dunia sebanyak 7,31 juta ton dengan produksi sebanyak 6,74 juta ton.
Antara konsumsi dan produksi KARET dunia semakin menunjukkan adanya defisit produksi, sehingga menjadi potensi bagi Indonesia untuk pengembangan budidaya KARET di masa yang akan datang.
Sebagai salah satu negara penghasil KARET terbesar, Indonesia memiliki peran yang besar dalam percaturan KARET dunia. Bahkan Indonesia merupakan anggota konsorsiumKARET internasional IRCO yang turut berperan sebagai pengendali harga KARET alam dunia. Selain Indonesia, anggota IRCO lainnya adalah Malaysia dan Thailand yang juga merupakan produsen utama KARET alam. Selanjutnya IRCO juga berusaha menggaet Vietnam untuk memperkuat peranan IRCO dalam mengendalikan harga KARET dunia. :)
sumber : http://binaukm.com
0 komentar:
Posting Komentar